Ngiri Ngga Si Lo? (Sekarang tentang moderasi komentar di blog)

~masih tentang pe-ngeblog-an kali ini tentang komen)
(meskipun agak panjang, tapi dimohon untuk membacanya dengan teliti agar tidak salah persepsi)

Apa sih urgensinya membalas komen yang masuk menurut anda? sebenarnya jawaban pertanyaan ini dipengaruhi oleh bagaimana anda menilai urgensinya komen yang masuk. Dan urgensi komen yang masuk juga dipengaruhi oleh apa tujuan anda nge-blog sebenarnya dan bilamana anda merasa puas terhadap blog anda. Jadi, apa urgensi membalas komen memiliki hubungan dengan tujuan dan hal yang memuaskan anda dalam ngeblog. Luar biasa kan pemikirulung dalam menganalisa? hoho

Cukuplah pertanyaan-pertanyaan yang (mungkin) memusingkan dan muter-muter (padahal sebenarnya tidak) itu ada di paragraf pertama. Saya beri ulasan konkrit saja. Dulu, jaman saya masih hijau (sekarang sudah item-putih-kuning) dan baru kenal blog, lagi anget-angetnya (sekarang membara) nulis, saya ikutan seminar di Fasilkom, tentang blog. Disitu si pembicara memberi trik bagaimana menyelebkan (artinya membuat jadi seleb, bahasa serapan yang saya paksakan, maaf) sebuah blog salah satu diantaranya adalah membalas komen yang masuk.

Jadi, saya bantu perjelas lagi, kalau anda menulis blog untuk banyak dibaca orang (bukan berarti ini tujuan utama) dan anda puas jika blog anda banyak dibaca (jadi seleb lah gitu, jangan selalu diartikan negatif) dan salah satu indikator banyak dibaca adalah banyaknya komen yang masuk, maka membalas komen haruslah menjadi salah satu perhatian anda.

Sampai sini cukup jelas? lega saya kalau begitu. Tapi saya belum akan mengakhri tulisan ini, bukan pemikirulung namanya kalau tidak menceritakan tentang diri sendiri. Gyahaha.

Saya minta anda yang beda pendapat jangan buru-buru ambil sendal buat nimpukin saya dulu, karena di awal saya sudah menggunakan kata menurut anda dan berhubungan dengan. Jadi ada hubungan sebab akibat disini, kalau anda memang tidak peduli dengan kuantitas pengunjung dan komen, anda hanya peduli dengan kualitas dan kebermanfaatan tulisan anda dan anda merasa puas jika sudah melakukan itu. Asal anda bisa ngalor-ngidul, cap-cip-cup-belalang kuncup, poci-poci, atau apapun lah kata yang bisa menggambarkan bahwa anda sudah ngomong-ngomong banyak di blog anda sendiri, terlepas dari apakah ada orang yang memberi masukan, menanggapi, bahkan mengajak berantem sekalipun lewat komen, itu saja sudah membuat anda puas ngeblog. Maka anda tidak perlu hiraukan bahasan saya kali ini yang sebenarnya intinya adalah membalas komen yang masuk. Anda boleh pulang sekarang, awas jangan ngembat sendal orang yang masih bagus dan meninggalkan sendal jepit butut anda itu disini. Hoho

Suatu hari seseorang pernah bilang, saya sendiri lupa apa awal dari pembicaraan kami, yang intinya adalah bahwa saya jarang membalas komennya. Saya jadi tidak enak, “yah kena deh gw”, begitulah kira-kira dalam hati. “Emang iya ya? masa sih?” kata saya norak banget. Dan dia bilang “iya, kamu dulu sering begitu, ngga balesin komenku, aku sih udah biasa digituin”, “yah..kasian amat” dalem hati saya lagi. Begitulah pemikirulung dahulu, bukan blogger baik hati, kalau sekarang sih beda (sekarang saya blogger makan hati, hehe). Saya hanya membalas komen yang bagi saya penting untuk dibalas saja, kalau dalam pandangan saya remeh-temeh dan printilan, ya saya abaikan. Saya melakukannya demi efisiensi waktu dan tenaga (secara gw ngenet di fasilitas publik yang gratisan, terbatas, dan harus berbagi gitu). Padahal ternyata dibalik itu ada lagi yang harus dipertimbangkan, diantaranya adalah perasaan pemberi komen. Apalagi kalau sampai di kemudian hari anda akan jadi akrab dengan si objek-penderita-pemberi-komen-yang-kerap-di-cuekin(OPPKYKDC) itu, tambah tidak enak hatilah.

Kalau saya perhatikan post-post jadul saya ternyata memang banyak juga, komen-komen yang tidak saya balas. Tapi, saya menimbang untuk tetap tidak membalasnya sekarang, karena kalaupun saya balas sudah tidak penting lagi sepertinya, para OPPKYKDC juga mungkin sudah lupa, kalau saya balas sekarang sepertinya hanya akan membuka luka lama saja. Seperti menyiram air garam kedalam luka, oh, sungguh saya tidak sampai hati melakukannya. (mode: lebay) (“bilang aja males Di!) eh siapa yang ngomong tuh?

Saya sendiri baru merasakannya akhir-akhir ini, menjadi bagian dari OPPKYKDC. Misalnya beberapa hari lalu, saya menggiring seorang teman ke sebuah blog. Ada hal yang tidak saya sepakati disitu dan sayapun berkomenlah, sebenarnya awalnya saya menggiring beliau cuma pengen minta pendapat terkait komen saya “gw kaya orang ngajak berantem ga si?”, tapi akhirnya diapun ikutan komentar. Waktu saya minta dia lihat lagi blog itu, dia bilang “si xxx-nya udah nanggepin belom? males gw kalo bolak-balik, tunggu dianya nanggepin aja”. Tapi, sungguh jauh panggang dari api, si empunya blog sama sekali tidak menanggapi komen kami berdua! Saya pantau terus di inbox, kalau ada reply baru masuk, saya intip, ternyata tidak menanggapi komen saya, ada lagi, saya intip lagi, bukan lagi, bahkan sampai berkali-kali si empunya blog memberi komentar baru, tapi semuanya menanggapi komen orang lain dan bukan komen saya (dan teman saya). Oh, jadi pengen nyanyi lagu Meggy Z..

Dan, menjadi OPPKYKDC bukan cuma di blog itu doang, banyak. Males juga lama-lama bolak-balik demi pengen tau si yang berwenang udah membalas apa belum. Emang enak dikacangin? huh! Saran saya sih, kalau anda memang tidak mau membalas, maka sekalian jangan dibalas semua. Karena menyadari bahwa komen orang lain dibalas sedangkan komen kita tidak menimbulkan rasa iri tersendiri (kalo gw gitu sih).

Akhirul kalam, saya ingin memberi saran, kalau anda ingin menjaga konsistensi pengunjung tidak setia blog anda, maka balaslah komennya. Dan bagi anda pengunjung, biar tidak masuk ke komunitas OPPKYKDC seperti saya, komenlah yang benar, yang meaning gitu, biar si empunya juga bales komennya enak. Satu pesan lagi, bukalah link yang saya kasih dibawah, (kalo ngga pulangnya gw jegat! *ngancem*) Maaf bagi para korban OPPKYKDC saya, sekarang masih belajar, semoga tidak ada komen yang terlewat.

Baca juga:
Komen, Apakah Sekedar Komen?

Advertisements

44 thoughts on “Ngiri Ngga Si Lo? (Sekarang tentang moderasi komentar di blog)

  1. mariiitapi kak, semakin banyak yang baca, semakin luas nasyrul fikroh-nya, jadi punya niat biar banyak yang baca ngga sepenuhnya salah juga, kuantitas dan kualitas dalam ngeblog menurutku penting

  2. yang terpenting adalah Niat nya dik…menulis bagi saya adalah ekspresi jiwa, berbagi ilmu…komen yang mengkritisi sebuah tulisan itu lebih bermanfaat sebenarnya…semoga saja apa yg telah kita tulis bermanfaat tuk orang banyak, tanpa perlu di komen… :)dan ketika kita kembali mereply komen2 para sahabat itu bagi saya sebagai tanda persahabatan(dikhususkan tuk sesama muslimah), disana akan tercipta ukhuwah yg indah nantinya,wallahu'allam…

  3. kan aku bilang salah satu indikator kaka..bukan satu-satunya..iya bener, nersblog-ku juga pengunjungnya banyak tapi yang komen nihil, itu kan bukan yang jejaring ginilagipula membalas komen juga salah satu cara biar blog-nya banyak dibaca, bukan satu-satunyaeniwei, JZK atas sharingnya..

  4. bapak-bapak, ibu-ibu, berhubung kayanya ko jadi banyak salah paham, ada beberapa kata yang saya tambahkan di post diatas, mudah-mudahan bisa memperjelas maksud saya sebenarnya. senang sekali jika anda semua membacanya dengan teliti..

  5. pernah laah..^^santai aja kak..sudah kumaafkan kok,,biasanya, kalo orangnya udah deket sama saya,langsung saya "tembak" di YM, ehehe..kalo orangnya belum deket sih, tinggal remove dari friend aja,hahahaa!!

  6. lapor adik intan solihah..aku sudah melakukan penelusuran dan menemukan apa yang kau maksuddan aku sudah melakukan kebaikan untukmusudah kujawab komen-komen anehmu itu dik hohoho *berasa jadi kakak yang sangat pengertian*

  7. laporan diterima kakak kece..udah aku baca semuana,hahahah..mantap sekali kau kak..mantaplah..seneng banget punya kakak seperti ka Ludi..^^*honestly*awas kepentok! :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s