Aku MURAM (Mual dan Geram)

~sebenernya pengen nulis MUAK tapi bingung, mual dan apa?

Beberapa hari yang lalu seorang kawan bercerita. Tentang penyebab kegundahan hatinya selama ini. Tentang ke-muak-kannya dengan perilaku seseorang. Tentang ke-geleng-geleng-an kepalanya melihat fenomena “ilmu tanpa amal”, “bicara tanpa amal nyata”, dsb. Mau tidak mau saya jadi sedikit memiliki info lebih tentang orang yang dimaksud. Dan saya yakin dia sama sekali tidak bermaksud meng-ghibah-i seseorang.

Saya sebagai orang luar, tidak tahu pasti bagaimana keadaannya. Sebagai seorang “saudara” masih berusaha husnudzhon semampu saya. Tidak mau ikut ambil pusing dengan si pelaku dan menasihati, membesarkan hati kawan saya sebatas yang saya bisa.

Tapi malam ini saya melihatnya, bukan apa-apa. Tapi berarti sesuatu buat saya. Saya kecewa, berat sekali. Asam lambung saya naik (yah, lambung saya memang sensitif sekali kalau saya emosi, makanya jangan aneh melihat saya muntah-atau hampir). Saya marah. Status YM saya ganti “masya ALLAH! haruskah ikhwah sekarang begini!!”. Saya hanya bisa menahan air mata yang hampir menetes (sambil terus blogwalking) dan terus berkata dalam hati “kita ini da’i Ludi! bukan hakim!”

Entahlah, entahlah. Hanya bisa berdoa agar terlindung dari hal-hal demikian. Kabulkan Ya ALLAH

*mendadak kangen dengan taujih Ustadz Abdul Azis Abdul Rouf Al Hafidz*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s