Memoar, Tentang Palestina

1 Januari 2009

Tiba-tiba saya berpikir betapa jalan ini masih panjang sekali. Setelah saya menonton berita di TV, tentang penolakan Amerika terhadap usulan Libia dan Liga Arab agar PBB mendorong gencatan senjata antara Israel-Palestina. Amerika menilai usulan itu berat sebelah, hanya menguntungkan satu pihak menurutnya. Sementara itu pasukan Israel masih terus menggempur wilayah Gaza, hampir 400 orang meninggal, terowongan yang menghubungkan dengan dunia luar dibom, hancur, warga yang tersisa tidak bisa mengungsi, bantuan tidak bisa mengalir, terisolir dan harus bertahan di bawah desingan peluru dan hujan bom.

Tiba-tiba saya baru menyadari lagi, betapa Amerika masih dapat melakukan kesemena-menannyya, masih terus mengangkangi negeri-negeri muslim, Irak, Afghan, dan Palestina.

Saya teringat penggalan nasyid Izzis ”kebangkitan Islam telah datang”, ah saya tiba-tiba tidak sepakat, sepertinya masih jauh sekali. Jangankan kebangkitan Islam, menghentikan gempuran Israel saja sulit sekali, membungkam Amerika apalagi. Boro-boro jauh-jauh ke Amerika, bahkan mewujudkan kebangkitan Islam di Indonesia juga tertatih-tatih. Ketika sebuah kelompok ingin membawa perubahan, kesejahteraan untuk Indonesia, tapi kini bahkan bertambah repotnya, dengan mengurusi masalah-masalah internal kelompok itu sendiri. Mulai bermunculan pejuang-pejuang yang ingin mundur, perbedaan pendapat, masalah pribadi kader, dsb. Kalau istilah kakak saya, kader-kader yang memperpanjang jalan da’wah. Saya teringat penggalan nasyid Izzis lain ”jalan ini jalan panjang, penuh aral yang melintang”. Tapi dalam hati, saya masih berpegang teguh kok, bahwa kebangkitan itu akan datang. Seperti penggalan sebuah nasyid lain ”suatu hari Islam kan kembali menuju era kegemilangan, kebenaran pasti ditegakkan, keadilan dapat dinikmati” meskipun saya merasa sepertinya masih panjang sekali jalannya.

”Al Ardhu lana wal qudsu lana, waLLAHu bi quwwatihi ma’ana”

7 Januari 2008

Hizbullah dari Libanon menyatakan akan membantu Palestina, siap berperang melawan Israel. Orang-orang di berita menghawatirkan perang akan meluas, tidak hanya di Gaza, tapi juga ke negara-negara Arab sekitar. Farid Wajdi, dalam sebuah dialog di TV, menyatakan dengan keras bahwa untuk mengakhiri krisis ini adalah dengan menghilangkan Isarel dari tanah Palestina karena itulah akar permasalahannya, jika menempuh jalan perdamaian, hanya akan terjadi mekanisme berulang, penyerangan-damai-penyerangan-damai begitu terus, tidak ada keadilan untuk Palestina.

Bang Ical dalam sebuah forum membacakan sebuah hadis dengan semangat ”Hari kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum muslimin memerangi orang Yahudi. Kaum muslimin memerangi mereka menyebabkan orang Yahudi bersembunyi di belakang batu dan pohon. Maka batu atau pohon berkata ’Wahai kaum muslimin! Wahai hamba ALLAH ada Yahudi di belakangku. Datanglah kesini dan bunuhlah dia’ kecuali pohon ghorqod karena pohon itu adalah pohon kaum Yahudi” (HR Bukhari-Muslim)

Ah, hati saya bergetar, merinding, semangat saya terpompa, sepertinya hari kiamat sudah dekat.

9 Januari 2008

Pagi hari saya buka SIAK NG, semua nilai akhir semester ini sudah keluar. Seperti biasa, saya sedih, sedih sekali dengan hasil itu. Padahal mungkin itulah hasil panen yang paling pantas saya tuai sesuai dengan usaha tanam saya. Jadi sebenarnya kesedihan saya tidak jelas, karena nilai atau karena kelalaian diri sendiri. Lagi-lagi ”bandul mood” saya berada pada simpangan yang minim, bertambahlah awan mendung di 2 pekan kelabu saya.

Sebelum dzuhur saya datang ke stasiun UI, ikut penggalangan dana untuk Palestina. Tiba-tiba saya tersadar kembali dan merasa benar-benar malu.

Ya Rabbana, di saat saudara-saudara saya di Palestina tertindas, berjuang untuk bertahan hidup, dan saudara-saudara saya yang lain, berjuang sebisa mereka, dengan caranya masing-masing untuk membantu, sempat-sempatnya saya bersedih dan terpuruk karena masalah-masalah pribadi, shock karena nilai, menangis meratapi kebodohan diri sendiri. Hh..sungguh tak pantas. Fakidusy syai-i la yu-tii. Kalau saya masih disibukkan dengan permasalahan diri sendiri, kapan saya mulai bisa membantu mengurus permasalahan umat?

12 Desember 2008

Israel tidak peduli dengan seruan gencatan senjata. Tidak tanggung-tanggung, malah menggunakan fosfor putih pada serangannya. Sebuah zat berbahaya yang dilarang digunakan dalam perang. Efeknya luar biasa, membakar jaringan kulit sampai ke tulang, disiram airpun tidak bisa karena setelah airnya kering efek membakarnya lanjut kembali. Di berita terlihat anak-anak korban perang yang menderita kecacatan permanen. subhanaLLAH, mereka tabah sekali.

Di sisi lain, saya mendengar cerita tentang seorang ikhwan, yang pegal-pegal seluruh badannya setelah ikut munashoroh kemarin, padahal hanya jalan dari Monas ke HI. Saya juga teringat diri sendiri yang pegal semalaman setelah bersepeda bareng Khotimah dari St.UI-kukel-St.UI. Duh, kok kita lemah banget sih?

Kembali saya menonton berita, melihat keadaan perang di sana. Tiba-tiba saya begitu semangat untuk memenuhi 3 muwashoffat muslim; Salimul Aqidah, Shohihul Ibadah, dan Qowiyul Jism. Karena saya merasa itulah yang terpenting saat ini, untuk menjadi seorang mujahidah! Beneran! Saya ingin sekali ikut berjihad! Mungkin aneh sekali hal ini dilontarkan oleh seseorang yang tidak memiliki kemampuan mengejami (berbuat kejam) orang lain seperti saya. Tapi itulah yang memenuhi pikiran saya saat ini. Minimal, saya harus siap, jika dalam waktu dekat aroma jihad benar-benar masuk dalam indra penghidu saya. ”Al Mautu fi sabiliLLAH asma a’maniina…”

Sebenarnya hari ini saya sudah memutuskn untuk memulai menulis blog lagi, tapi, demi melihat berita di TV, melihat keadaan Gaza, saya merasa sungguh semua hal yang saya tulis begitu sepele, tidak seujung kukunya permasalahan Palestina. Saya urungkan mempost tulisan itu, tidak pantas dibahas sekarang. Meskipun kata Hening ”hal besar juga dimulai dari hal-hal kecil”. Yang hari gini masih kena VMJ, tobat cepet-cepet, mendingan berdoa buat palestina.

Barangsiapa yang mengaharapkan syahid dengan sungguh-sungguh, maka dia akan dicatat sebagai syuhada meskipun meninggal di atas tempat tidur. (ini hadis bukan ya? Ada yang tau redaksional pastinya?)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s