Nyaman di Zona Nyaman

Judul yang agak bodoh dan pemborosan kata-kata ya? tapi biarin aja lah, tidak menemukan kata lain lagi. Saya pernah bilang ke teman "aku suka banget berada di zona nyaman". Saya pikir itu sangat manusiawi. Meskipun pasti banyak yang mencibir dengan orang yang suka berada pada zona nyaman. Sebenarnya masalahnya bukan kenyamanan pada zona nyaman sih, tapi akhirnya ada pada apakah kita mau merelakan diri keluar dari zona nyaman tersebut untuk mencari sesuatu yang lebih baik lagi meskipun berarti harus berjuang dan bersusah payah. Begitu bukan sih?

Ngomong-ngomong tentang zona nyaman, sebenarnya tulisan ini dipicu oleh aktivitas saya kemarin. Kemarin saya "main" ke sebuah fakultas lain di UI nonton kampanye BEM UI. Tidak lama setelah duduk, yang terlintas adalah "ih ngga nyaman ya", karena suasana, orang-orangnya, dll. Melihat mahluk-mahluk yang sepertinya tidak akan saya temui di fakultas saya, dengan perilaku, pakaian, sikap, bahkan asap rokoknya! Padahal dulu anak fakultas tersebut bilang "anak xxx (fakultas tersebut) baik-baik", kok yang saya lihat tidak seperti itu ya? Saya banyak berpikir "yang kaya gini ngga bakal ada di FIK". Atau misalnya contoh lain waktu roadshow kandidat di FIK, sekelompok TS kandidat membuat kami cuma dongkol dalam hati, gayanya itu loh bener-bener minta dilemparin pake bom molotov. Teman saya yang anak FKM sampe bilang "samperin tuh, tegor aja, songong banget sih, di rumah orang juga". Hh..anak FIK ngga bakal ada yang kaya gitu.

Setelah itu saya jadi bersyukur sekali ada di fakultas ini. Dan merasa betapa nyamannya sebenarnya fakultas saya, terlepas dari himpitan tugas-tugas kuliah tentunya. Terus saya mikir lagi "ih ngga mau deh ada di fakultas yang kaya gini" dan pikiran-pikiran tak mau keluar dari zona nyaman pun dimulai. Terus saya mikir juga "ngga jadi ah S2 di fakultas ini" hehe

Zona nyaman…zona nyaman…enaknya berada di zona nyaman. Salah ngga sih? kalau menurut para trainer itu mungkin salah ya, mereka kan sering banget tuh bilang "ayo keluar dari zona nyaman" Padahal kebutuhan akan rasa nyaman adalah salah satu kebutuhan dasar manusia yang jadi concern-nya perawat, ya..meskipun kebutuhan rasa nyaman-nya lebih spesifik pada ketidakberadaan rasa nyeri. Tapi kalau dipikir kenyamanan dalam hidup saya juga tidak dalam semua lini kehidupan kok, hanya pada hal-hal tertentu saja, yang masih bisa saya perjuangkan.

Aahh..arah tulisan ini mau kemana sih? saya jadi bingung..

………….

disudahi saja lah ya

wassalam

makasi udah mau baca racauan saya

Advertisements

14 thoughts on “Nyaman di Zona Nyaman

  1. cantigicientaku said: fitrah manusia maunya enak

    Hehehe..kayak tau ni, kampanyenya di kantin bukan? Di gd e bukan? Hm..gitu deh anak2 fakultas itu kalo lagi di kantin. Tapi mereka baik2 koq. Cuma life stylenya aja yang beda ma qt makanya kamu ngerasa ga nyaman. Dan itu wajar koq. Aku juga ga nyaman kalo ke fakultasmu, kebanyakan akhwat. Hehehehe… ^.~v

  2. cantigicientaku said: fitrah manusia maunya enak

    Wew, i’m feel same of you, Di..

    Tadi gw dibuat gak nyaman sama penjaga perpus di fakultas tsb 😦 beda bgt ma penjaga perpus di FIK..

    Gw juga bersyukur bs menjadi bagian dr FIK ^_^ dosen2 FIK juga mengakui kalo mahasiswa2 FIK beda dari mahasiswa2 fakultas lain ~

    tapi rasa nyaman setiap individu itu berbeda-beda, qt merasa nyaman di FIK tp blm tentu org lain merasakan hal yg sama terutama bagi ikhwan pasti gak akan nyaman kalo masuk FIK :))

    btw, bntr lg juga qt bakal keluar dr z0na nyaman itu, dah siap lo menuju z0na yg berbeda dr FIK? Kudu disiapin tuh dr skrg 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s