SMS Yang Tercecer di Momen Lebaran

Salah satu hal yang akhir-akhir ini tidak terlepas dari lebaran di Indonesia adalah SMS. Karena ketika tangan tak kuasa berjabat, mata yang tak mampu bertatap (gitu bukan? bunyi sms jadul nih, males ngelanjutinnya gw) maka SMSpun yang ambil peranan. Ucapan selamat, kata-kata maaf dan doa disampaikan melalui SMS, menggeser tradisi berkirim kartu, membuat para penjual kartu dan pak pos jadi kurang kerjaan. (ok..sepertinya paragraf pembukanya sudah cukup)

Tradisi saya tiap tahun di hari lebaran adalah..–tradisi yang ngga penting dan kekanak-kanakan– menghitung berapa SMS ucapan yang saya terima dan membandingkannya dengan kakak saya di rumah. Tahun ini saya pemenangnya! yes! akhirnya..Tiap tahun pula, karena saya dan kakak saya anti dalam mem-forward sms, jadi kita berdua biasanya sibuk bikin ucapan, puitis-puitisan, tahun kemarin saya tidak bisa bikin puisi, jadi bikin pantun saja, yang gokil sekalian. Kita berdua juga suka sekali mengkritisi bunyi sms yang masuk. Ramadhan kemarin saya lapor ke kakak saya “mba, gw masih dapet ucapan yang bunyinya Bila kata merangkai dusta, bila sikap menoreh luka..”, kakak sayapun menanggapi dengan “hah? masih jaman de? masih ada yang ngirim gituan?”

Namun sayang sekali, kebiasaan mengumbar kata-kata manis, membuat kata-kata puitis di hari lebaran jadi menggeser sunnah. Karena space huruf sudah terisi dengan rangkaian puisi itu, ucapan selamat Eid Mubarok, doa TaqobalaLLAHu minna wa minkum pun jadi tidak dituliskan. Atau banyak orang yang tidak paham makna sebenarnya dari kata yang disampaikan sehingga tersebutlah ucapan aneh seperti “saya tahu diri ini seringkali melakukan kesalahn, maka izinkanlah saya ucapkan TaqobalaLLAHu minna wa minkum” ealah..emangnya TaqobalaLLAHu artinya apa neng? Atau tidak terhitung orang yang salah mengetik sehingga jadi Taqoballahu atau minal aidzin wal faidzin.

Betapa banyak SMS masuk dari nomer yang asing, dengan nama sekedarnya seperti ayu, tati huf..dia pikir nama ayu dan tati cuma satu di Indonesia, atau yang sampe sekarang saya tidak tahu “Jun dan keluarga”..waduh..kayaknya saya tidak pernah punya teman bernama jun.
 
Cukup racauannya, inilah yang akan saya ceritakan sebenarnya..tadi pagi saya masih dapet SMS lebaran, dari nomer asing..dan diakhiri dengan nama (pengennya nulis nama yang sebenarnya, tapi kayanya ngga etis) -Risma Taubah- udah saya samarkan sedemikian rupa, ada yang masih familiar? Karena saya tidak merasa pernah punya teman bernama Risma, dan saya jadi penasaran ini sms nyasar atau bukan, maka saya balaslah sms tersebut

“Maaf, Risma Taubah itu nama orang atau singkatan dari Remaja Islam Masjid At Taubah? maaf kalo pertanyaannya menyinggung, soalnya saya tidak punya teman namanya Risma, dulu ada anak BEM UI tapi saya tidak kenal dia, dia juga ngga mungkin sms saya. Tolong dibalas ya, saya penasaran ini siapa dan dapat nomer saya dari mana. Kali aja kita bisa jadi teman kan?” (waktu mengirim sms ini saya mikir “waduh kalo risma itu nama orang sadis juga gw ya”)

Lantas dibalas “iya saya Risma BEM UI (jadi nama orang lho), masa iya ndak mungkin sms, kaya artis aja he..3x. Tetap semangat Luddy”

What? saya malah jadi tambah penasaran, saya balas “walah..jawaban yang amat sangat tidak terduga. Ada angin apa sehingga membuat risma meng-SMS Ludi seorang rakyat jelata di IKM UI?”

Ok, sms berlanjut, dia balas lagi “angin surga, he3x saya punya nomer beberapa kawan2 IKM UI kok, jadi ya karena dalam agama dianjurkan mempererat silaturahim ya diSMSin” (ada lanjutannya, tapi ga penting dikasi tau ke anda semua). Terus, 2 menit kemudian sms masuk lagi “Tambahan: saya juga rakyat jelata lho”

Hehe..lucu kan? menurut saya sih lucu, sayapun balas lagi “SubhanaLLAH, kapan-kapan saya juga gitu ah, meng-sms rakyat-rakyat jelata di IKM UI, biar murah rejeki, panjang umur, enteng jodoh, hehe, ok saya jalan dulu bang, nice 2 know u” (tadi pagi sms-annya di saat saya akan berangkat ke kampus)

Luar biasa kan SMS? kaya iklan salah satu provider, bisa kirim pesan, ide, iseng, cerita, joke, semangat, bisa ketemu temen baru juga, bahkan bos im pernah komen di salah satu postingan saya “referensi pemi: sms”.  Akhir-akhir ini saya memang begitu menikmati aktivitas itu, dan saya masih belum tahu, mana yang lebih besar antara kecintaan saya pada sms dengan kecintaan saya pada blog.

Nb: Risma itu pernah menjabat jadi BPH BEM UI, peluang dia kenal saya keciiiil sekali, jadi peluang dia meng-sms saya jauh lebiiiih kecil lagi

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s