Tentang Fase Kehidupan Berikutnya

Kemarin pagi saya menerima dua sms, yang satu undangan pernikahan, satunya lagi pemberitahuan kelahiran. Hmm..saya tersenyum membaca dua sms itu, unik sekali. Saya jadi teringat dengan pertanyaan seorang teman ke teman saya yang lain di buka bersama teman sma beberapa hari yang lalu “siap melanjutkan ke fase hidup berikutnya?” Pertanyaan ini diajukan ke teman saya yang sudah bekerja, dan tentu saja sudah berpenghasilan.

Melanjutkan ke fase kehidupan berikutnya, seperti menikah atau menjadi seorang ibu. Kalau dipikir-pikir, salah satu topik yang lagi hangat dalam kehidupan saya juga itu, tentang fase kehidupan berikutnya. Tapi ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pernikahan atau melahirkan (meskipun sebenarnya saya ingin sekali punya anak tapi begitu belum pengen segera menikah :p)

Sepertinya lebih tepat jika dikatakan melanjutkan ke fase amanah berikutnya. Amanah yang tidak saya inginkan (hmm..sampe bosen sms-an dan telpon-telponan sama si ai ngomongin ginian) Tentang diberikan sesuatu, dan sibuk menghindari sesuatu tersebut. Yah begitulah hidup saya akhir-akhir ini, tentang di”timpuk” dan menghindar. Kayaknya kok ngga seru amat ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s