Muslihisme

(juga untuk menjawab postingan seseorang)

 

Kalau suatu hari Akhyar pernah menyatakan dirinya adalah anisisme, maksudnya dia itu sepaham atau setidaknya banyak setuju dengan pemikiran Ust. Anis Mata, maka, kalau boleh saya bilang, saya dan kebanyakan teman-teman akhwat di FIK adalah Muslihisme alias mengikuti pemikiran Ust. Muslih Abdul Karim hehe.. saya menyatakan hal ini sama sekali bukan untuk menunjukkan paham yang berbeda antara Anis dan Muslih, sama sekali tidak, tapi saya hanya sekedar mengikuti istilah Akhyar saja, istilah yang unik menurut saya. Tentang anisisme tidak akan saya jelaskan (karena saya bukan Akhyar) tapi saya akan bercerita tentang Muslihisme.

 

Dua kali berkunjung ke tempat Ust. Muslih, kami diterima di masjidnya Bait Al Qur’an, membuat kami cukup banyak mendapat nasihat dan arahan beliau. Dari kedua kunjungan Ust Muslih banyak menekankan pada hal yang sama yaitu pentingnya kuliah dengan benar. Pada jaulah pertama kami meminta taujih tentang profesionalisme seorang ADK (Aktivis Da’wah Kampus) dan Ust Muslih menekankan bahwa dengan adanya embel-embel huruf K di belakang kata ADK mestinya kita bisa disebut professional ketika kita sudah kuliah dengan benar, nilai bagus, ilmu dapet, tidak datang terlambat kalau kuliah, lulus tepat waktu, pokoknya hal-hal semacam itu lah. Untuk orang-orang yang berprinsip da’wah no 1 kuliah no 2, kata-kata ustadz ini cukup nampol. Apalagi kadang masalah aktivis adalah IP jeblok, padahal IP tinggi bisa jadi pencitraan yang baik juga, baik untuk da’i maupun da’wahnya.

Ust Muslih juga dengan cukup kontroversial tidak setuju jika gara-gara ikut aksi demonstrasi kita terpaksa bolos kuliah, beliau bilang “kenapa aksi harus hari kuliah? Kenapa tidak pas hari libur misalnya sabtu atau ahad?”, waktu itu saya bilang “karena kadang ada momen-momen khusus yang membuat kita harus bergerak saat itu”, dan saya memberi contoh “misalnya hari pendidikan besok” (saat itu beberapa hari menjelang hari pendidikan dan ada rencana mahasiswa mau turun ke jalan) Ustadz jawab “siapa sih yang bilang bahwa saat hari pendidikan kita harus aksi?”

 

Ustadz juga mengatakan ADK itu seharusnya IPKnya bagus dan lulus tepat waktu, karena hal itupun pasti menjadi harapan orang tua juga. Waktu itu saya bertanya pendapat ustadz tentang seorang teman saya yang terpaksa menunda kelulusan karena masih ada amanah yang diembannya, teman saya sebenarnya bisa lulus 4 tahun tapi dia menunda kelulusannya jadi 4,5 tahun karena dia masih menjabat sebagai BPH di sebuah lembaga di tingkat UI. Ustadz menjawab “saya sangat menghargai jika ada orang yang seperti itu, yang bisa berkorban sedemikian, tapi saya mau tanya, kira-kira ibunya lebih suka dia lulus 4 tahun atau 4,5 tahun?” hm..kami semua memilki satu kata untuk menjawab pertanyaan itu. “Da’wah tidak Cuma ada di kampus, malah amanah itu banyak sekali setelah kalian lulus, jadi jangan terlalu lama berkutat di da’wah kampus, karena masih banyak amanah yang menanti. Kalau masalah amanah, kan mestinya ada kaderisasi.”

 

Yah, memang kita tidak bisa sepenuhnya mengikuti apa yang dikatakan Ust Muslih ini secara persisi. Karena ada banyak hal-hal lain yang juga bisa menjadi pertimbangan. Tapi arahan-arahan beliau ini cukup mempengaruhi kami dan menjadi bahan pertimbangan kami. Salah satunya adalah keengganan kami untuk melanjutkan amanah di tingkat UI, melanjutkan karir di lembaga formal dan memilih untuk lulus kuliah tepat waktu, termasuk saya, seorang muslihisme.

 

–jadi gitu I, postingan ini juga untuk menjawab postingan sejenis nt..gw mau lulus 4 tahun i..semakin kesini kuliah gw semakin gila, semakin ga bisa disambi–

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s