Ketika Rezeki Itu Tidak Jadi Mampir

Dulu, di rumah ada pajangan, yang masang mba-mbaku yang solehah. Pajangannya sederhana, Cuma lembaran tausiyah dari majalah yang dibingkai (gw juga bingung, sekarang pajangan-pajangan itu pada kemana ya? Tiba-tiba pada ngilang). Salah satu pajangan, judulnya Kunci Zuhud, di situ tertulis salah satu kunci zuhud adalah âAku tahu rizkiku tak mungkin diambil orang lain, karenanya hatiku tenangâ?.

Dari kecil, saya mencoba menginternalisasi nilai itu, bahwa setiap rejeki kita, tidak mungkin salah tempat, tidak mungkin jatuh ke tangan orang lain. Dengan begitu maka ketika kita mengalami kejadian luar biasa seperti kehilangan uang, kehilangan benda berharga, atau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan uang dsb kita akan lebih mudah menerima dan ridho dengannya.

Begitupun di buku 5 Taujih Ruhiyah Untuk Aktivis Dakwah dan Harakah, buku yang entah sudah berapa kali saya baca âjudulnya emang kesannya berat banget, tapi isinya bagus kokâdi situ tertulis bahwa satu bekal keimanan seorang aktivis dakwah adalah ketika meyakini rejeki berada di tangan ALLAH. Apabila ALLAH telah menetapkan rejeki terhadap hambaNya maka tiada yang sanggup menghalanginya. Sebaliknya, apabila ALLAH tidak menghendaki rezeki atas hambaNya, maka tiada yang sanggup memberinya. Tak seorangpun meninggal dunia kecuali telah disempurnakan rezeki dan ajalnya. Efeknya, masih menurut menurut buku ini, seorang aktivis akan memiliki sifat kedewasaan, kasih sayang, itsar, bebas dari perbudakan nafsu dunia, rakus, egois, bakhil dan yang sangat penting adalah senantiasa bersyukur atas apa yang telah ALLAH karuniakan.

Tapi ternyata mengamalkannya tidak mudah juga. Mungkin mudah bagi kita berkoar-koar menasehati orang lain agar begini-begitu, tapi ketika kita dihadapkan dengan masalah yang aktual, here and now, ternyata responnya tidak selalu seperti yang seharusnya dilakukan.


Bertemu dengan kejadian seperti ini, suatu hal yang erat kaitannya dengan kehilangan sesuatu yang saya pikir akan jadi rezeki saya, ternyata proses penerimaannya tetap saja sulit, masih harus melewati deny, anger, bargain, bahkan depression juga. Dan ketika saya memandang diri sendiri yang susah hati begini jadi membuat saya berkontemplasi apakah memang stock keimanan yang saya miliki tidak cukup? Sehingga bahan bakar keimanan itu tidak dapat menyalakan tungku keridhoan? Hal yang juga sangat berbahaya adalah ketika akhirnya ke-susah-hati-an kita (atau saya) menuju ke arah ketidaksyukuran atau bahkan kufur nikmat, masya ALLAH. Alih-alih mendapatkan rezeki, malah azab ALLAH yang datang. Oleh karena itu, dari dulu sampai sekarang doa ini menjadi salah satu doa favorit saya, doa yang diajarkan RasuluLLAH SAW pada sahabatnya Muâadz bin Jabal

ALLAHumma aâinni âalaa dzikrika wa syukrika wa husni âibaadatik

Ya ALLAH bantulah aku untuk senantiasa mengingat dan bersyukur kepadaMu serta beribadah dengan baik

Karena memang benarlah, pada akhirnya hanya pada ALLAH saja saya dapat meminta pertolongan termasuk dalam rangka agar senantiasa bersyukur kepadaNya. Karena Dialah penggenggam hati kita bukan? Semoga saya (dan anda semua) menjadi bagian dari hamba-hambaNya yang senantiasa bersyukur.

Advertisements

14 thoughts on “Ketika Rezeki Itu Tidak Jadi Mampir

  1. hiks..
    TT_TT

    makasih banyak sekali buat yang sudah dibagi di sini ya..

    sangat bermanfaat buatku!

    semoga kebaikan kamu ini dibalas oleh-Nya dengan pengganti yang jauh lebih baik dan lebih banyak. amiin.

  2. menjadiyanglebihbaik said: masaaaaaaaaaaaaaa?

    tsiqoh dong sama nenek..ada lagi deh sekarang (baru ada) 1 orang lagi, hehe

    ya gitu deh, ga semua orang tertarik dengan link, aku juga sering pasang link di blogku, tapi jarang di klik orang, betewe, kayanya link kamu juga ga begitu tepat, coba aja di klik sendiri, kayanya ga bisa deh :p

    makasi anyway cintaaa 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s