Disko Yang Berkesan

Beberapa hari yang lalu Prof Elly (professor keperawatan pertama di Indonesia) ngajar di kelasku, beliau tanya begini “selama 7 semester kuliah, apa yang paling berkesan?�. Anak-anak pada jawab “disko�

“disko?� Prof Elly bingung.

“diskusi kelompok�

“oooo�

begitulah, puluhan kepala sepakat bahwa yang paling berkesan selama kuliah disini adalah diskusi kelompok, apalagi di semester 7, terlepas dari kesan apa yang tertinggal. Karena metode pembelajaran berupa “student centered learning�, “problem based learning� makanya kuliah kami begini, dosen masuk, kasih kasus, kita diskusi, analisa, presentasi, begitu..terus.

Kelompokpun tidak pernah sama, tergantung permintaan dosen, mau terdiri dari berapa orang dan biasanya dipilihkan secara acak oleh sipen (seksi pendidikan) dengan alasan “biar ngga eksklusif�. Oleh karena itu saya kerap bertemu dengan berbagai karakter manusia. Ada teman yang begitu permissive, tidak masalah kalau ada yang ijin ngga ikut diskusi, ada yang ngambekan, ngga peduli kita ngga bisa ikut karena apa, kalau kita muncul dia pasti lagi manyun, pokoknya manyun forever (penasaran gw suaminya nanti kaya apa, pasti sabar banget ya), ada yang pinter dan hobi debat jadi saat kelompok lain udahan dan beranjak pulang kami masih tertahan nungguin perdebatan mereka yang pinter-pinter yang ngga selesai-selesai (ternyata kebanyak orang pinter ngga selalu menguntungkan), ada yang terlampau well prepared jadi dari jauh-jauh hari udah ngajakin diskusi padahal deadline-nya masih jauh dan banyak tugas lain yang lebih mendesak, ada yang nyantai dan nunggu dihubungin, persetan apakah tugas udah beres atau belum yang penting belum ada panggilan, ada yang serba salah, mau ngangkat diagnosa ini ngga setuju, diagnosa itu ngga setuju juga, selalu merasa ada data yang ngga tepat tapi pas ditanya kalau begitu menurut dia diagnosanya apa dia malah matiin laptop dan ngajak maen ke Raihan (toko jilbab), pokoknya macem-macemlah. Akhirnya saya yang keren, cerdas, dan berdaya guna ini (puih..puih..) harus pinter-pinter beradaptasi.

Saya pernah bilang, kuliah di FIK kaya dikejar-kejar setan, setannya dalam bentuk temen sekelompok hoho. Ya, tugas kelompok jauh lebih sensitive, kalau kita ngga berkontribusi, sering kabaur-kaburan, hasilnya adalah dimusuhin orang, pencitraan buruk, terus nama kita tau-tau ngga dicantumkan di makalah atau paper hasil diskusi hi..serem kan? Makanya kalo lagi musim banyak tugas (sepertinya kata iklim lebih tepat mengingat tugas di FIK bukan musiman) meskipun hari libur, ngga diabsen, perpustakaan tetep rame, penuh, sekitar 95% mahasiswa tetep datang ke kampus demi menunaikan disko! Diskusi kelompok! Kalau udah gini, yang manyun jadi nambah, penjaga perpusnya juga, hehe, soalnya perpus berisik banget dan buku-buku di rak turun semua.

Kadang ada masa dimana kami sudah muak dengan tugas dan diskusi dan begitu merindukan kuliah ceramah. Seperti beberapa hari yang lalu, saat kelas digabung, tiba-tiba dosen saya yang dijadwal mestinya ceramah, hari itu bilang tidak mau kalau metodenya ceramah. Kamipun ngotot ngga mau diskusi lagi. Akhirnya terjadilah hampir 30 menit sebuah kompromi bodoh,menurut saya, tentang metode apa yang sebaiknya digunakan, padahal kalau bukan ceramah ya pasti diskusi, kalau bukan diskusi ya pasti ceramah (untuk diingat kita lagi bicara tentang kuliah teori, ilmu pasti dan face to face, jadi bukan praktikum, ilmu social, dan distance leraning). Saya cuma bisa nyeletuk pelan “kalau ngga mau ceramah tabligh akbar aja bu!� atau kemudian saya dapat ide baru “nonton video aja bu, isinya rekaman ibu lagi ceramah� huehehe

Disko..disko..mungkin suatu saat saya akan merindukan suasana-suasana ini lagi..

Advertisements

7 thoughts on “Disko Yang Berkesan

  1. pemikirulung said: saya kerap bertemu dengan berbagai karakter manusia.

    FIK apaan sih, pemi?

    betewe..
    aku dulu juga pernah dapat kuliah dari Prof. Elly lho..
    pas semester satu dulu, kuliah tentang tugas seorang tenaga medik dan paramedik dalam sebuah tim.

    aku sekarang semester tujuh pendidikan dokter FK UGM.
    kamu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s