Kawan-kawan Penghormat Privasi

Setiap orang pasti punya hal-hal pribadi dalam hidupnya. Ada hal-hal yang sifatnya privasi dan tidak bisa dikonsumsi bersama. Banyak rahasia yang rapat-rapat disimpan dan cukup diketahui berdua, dirinya dan Tuhannya. Serta tidak semua pertanyaan orang lain bisa diberikan jawabannya.

Tapi sepertinya sudah fitrahnya manusia, cenderung merasa penasara jika mencium aroma rahasia. Mengorek keterangan yang disimpan rapat-rapat menjadi sebuah tantangan yang perlu ditaklukan dengan perkasa. Bertanya “ada apa si?”, “memang kenapa si?”, dan “siapa si?” terus dilontarkan dengan gencarnya.

Beruntunglah saya ternyata tidak semua orang demikian. Masih ada orang-orang yang mendengar info menggelitik sedikit tidak kemudian penasaran. Berhenti bertanya jika jawabannya hanya diam. Mengetahui rahasia atau urusan orang lain tidak dijadikan tujuan.

Kagum dan terima kasih saya pada orang yang melihat air mata meleleh di pipi tidak bertanya dengan berapi-api “apa yang sudah terjadi?”. Penghargaan saya untuk orang yang dijawab “ada deh, maaf tidak bisa diceritakan” berhenti bertanya dan menghormati. Hormat saya untuk orang yang tidak bertanya macam-macam ketika yang bersangkutan terlihat tidak ingin berbagi. Simpati saya untuk orang yang menekan perasaan dan memilih menghargai privasi.

~untuk dua orang kawan ikhwan, rekan syuro saya beberapa hari yang lalu, yang memilih untuk tidak bertanya apa-apa dan melanjutkan syuro sebagaimana mestinya demi menjaga privasi kawan saya yang lain, kagum saya pada kalian berdua…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s