(Sebenarnya) Hari Ini Hari Lahir Saya

Sebenernya banyak banget ide yang berloncat-loncatan di kepala, tapi sayang, tidak sempat –atau memang tidak disempatkan– untuk diselesaikan penulisannya dan kalau akhirnya di-post pasti sudah basi sekali, hiks..hiks..adakah seseorang yang bisa membantu mengorganisir hidupku?

Yah sudahlah..cerita yang paling anget aja…hari ini adalah..jreng..jreng (ga penting amat yak) HARI LAHIRKU!!! Ada yang aneh? kalau yang perhatian pasti merasa begitu, karena aku bukan lahir di bulan agustus, hehe –emang gw garuda pancasila?– tapi tanggal 20 Sya’ban (kok lain ama yang semalem ya mel?), ya..selama ini aku konversi di buku dirumah katanya tanggal 19 Sya’ban, tapi barusan aku konversi di sini katanya tanggal 20 Sya’ban. Sebenarnya tidak ada yang spesial di hari lahir seseorang, karena Islampun tidak mengajarkan perayaan hari lahir, apalagi kalo pake lilin segala, kalau hari lahir dijadikan hari untuk bersyukur dan berkontemplasipun tidak pas juga, karena mestinya bersyukur setiap hari, berkontemplasi juga. (Jadi buat apaan gw posting beginian?, gw juga sampe sini jadi bingung)

Sya’ban beberapa hari menjelang Romadhon, aku jadi berpikir, mungkin kalau aku lahir di bulan Ramadhan namaku jadi ada ramadhani-ramadhani-nya atau fitri-fitri-nya, yang pasti tidak akan sama dengan namaku sekarang, tapi berandai-andai kan tidak boleh, tidak bermanfaat (terus ngapain gw ketik? makin ga jelas)

Yang pasti, beberapa hari yang lalu, menonton infotainment di TV (hehe peace), dikabarkan seorang selebriti meninggal, deg..jantungku berdegup (setiap saat, 21 tahun sebelumnya juga berdegup sebenarnya) sedikit lebih kencang –tidak seperti genderang mau perang– dan tiba-tiba menjadi begitu khawatir dan takut, di hari-hari menjelang Ramadhan ini tidak ada yang bisa menjamin nyawa kita tidak dicabut, tidak ada yang bisa menjamin hidup kita sampai di Ramadhan mubarok. Tadi pagi juga begitu, tersebar kabar seorang tetangga meninggal semalam (orang ke-3 yang meninggal bulan ini di lingkungan rumah), lagi-lagi aku begitu khawatir dan takut.

Do’a bisa mengubah takdir, maka akhir-akhir ini disetiap hela nafas aku berdoa “Ya ALLAH, sampaikanlah aku di bulan Ramadhan”

ALLAHumma baariklana fi sya’ban wa balighna Romadhon

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s