Cowok di Gang Senggol Itu

Saya kenal orang ini sekitar dua bulan lalu. Kalau ada yang bertanya “kenal dimana?” saya biasanya jawab “wuiih ceritanya panjang”, ya karena proses berkenalan kami agak unik. Dulu kami pernah ikut pelatihan yang sama, tapi saya tidak kenal dia di situ. Kami baru menyadari satu sama lain di sebuah rental di gang senggol (sebelumnya saya pernah melihat dia melintas di lingkungan UI), itupun dia negor temen saya. Ah kalo saya cerita panjang, langsung aja lah ya..

Singkat cerita saya SMS orang ini beberapa hari yang lalu, untuk menanyakan sesuatu, dan dia balas “udah dua hari ga punya pulsa, karena ludi sms, berarti gw harus beli..”, lucu ya? beli pulsa demi membalas sms saya, jadi tersandung, eh tersanjung dan kamipun ber-sms beberapa kali. Di interaksi kami sebelumnya juga begitu, hanya lewat sms, saya sms, dia balas, terus saya balas lagi, dia balas lagi, begitu terus, untung ngga sampe kiamat hehe.

Dari balas-balas sms beberapa hari yang lalu secara tidak direncanakan dan diniatkan, terungkaplah bahwa dia akhir-akhir ini sedang sibuk cari uang, “untuk memenuhi keperluan hidup yang luar biasa besar” katanya. Lalu dia sempat minta maaf kalau sms saya yang terakhir agak lama dia balas karena dia sedang mencuci perabotan (padahal saya kalau membalas sms butuh waktu yang lebih lama lagi) Saya jadi penasaran dan ingin tahu lebih jauh tentang dia. Diapun memberitahukan kalau dirinya tinggal dengan orang tua dan seorang adik, dia harus membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga, termasuk bayar kontrakan rumah seharga jutaan (untuk satu tahun). Makanya akhir-akhir ini dia sibuk kerja, dan baru selesai jam 12 malam. Bahkan dia pindah fakultaspun karena alasan finansial, biar punya waktu luang lebih banyak untuk cari uang, itu alasannya.

Yang membuat saya kagum adalah kata-katanya di sms “apa saya menyesal? tidak. Dalam hidup yang begitu singkat ini kapan lagi kita bisa bermanfaat untuk orang lain?”, kira-kira begitulah. Di dunia ini banyak sekali orang yang mengalami kesulitan-kesulitan hidup, bahkan lebih susah dari dia dan memiliki ketabahan lebih darinya. Tapi entah kenapa saya begitu tersentuh, karena kalau melihat orangnya tidak menyangka dia bisa menjawab seperti itu. Cowok, masih muda, masih seneng maen keliatannya. Bahkan aktivitas kelembagaannya ditinggalkan satu persatu karena dia tidak lagi memiliki banyak waktu luang.

Cowok di gang senggol ini, saya nobatkan menjadi “salah satu teman yang menginspirasi”, ya..meskipun untuk dikatakan sebagai teman mungkin persyaratannya masih banyak yang kurang mengingat saya hanya pernah bertemu dengannya sekali dan ber-sms-an sekitar 3 kali sampai saat ini. Tapi, cowok di gang senggol itu, tetaplah seseorang yang saya senang sekali pernah mengenalnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s