Manusia-manusia Malam

Sekitar sepekan yang lalu saya dapat taujih dari ustadz, banyak sebenernya yang bisa diambil dari ustadz ini, tapi satu yang ingin saya bahas disini. Ustadz tersebut bertanya pada kami “cukup ga tidur 5 jam?”
Kami menjawab cukup, hmm meskipun saya yakin tidak semua orang disini tidur 5 jam sehari, banyak yang lebih.
“Tidak cukup kalau mulai tidurnya jam 2 pagi, kalau tidurnya dari jam 9 pasti cukup”
Kemudian ustadz itu menjelaskan fisiologis singkat tentang kualitas tidur antara jam 9 sampai jam 2 pagi. Saya yang saat itu datang bersama teman yang pernah ngobrol di telepon sampai pagi cuma bisa lirik-lirikan sambil tersenyum.

Sepulangnya dari sana saya bertekad untuk menjalankan pola hidup yang baru, tidur dan bangun lebih awal. Karena selama ini saya tidur larut sekali, ya meskipun saya bisa bangun awal tapi seringkali saya kalah dan tidur lagi setelah pagi. (untung sekarang lagi libur)

Dimulailah di malam pertama, beberapa menit berbaring, mata ini tidak juga merasakan kantuk, dan alih-alih jatuh tertidur, saya malah mendapatkan sebuah mood untuk membuat database buku. Kemudian sayapun bangun dan membuat daftar buku-buku yang saya miliki (dan itu tidak sebentar kawan!), setelah buku selesai saya malah mendapat fakta bahwa banyak buku saya yang belum di sampul dan kemudian tergelitik untuk menyampulnya malam itu juga! Untunglah bisa diredam. Malam itupun saya tidur diatas jam 12.

Keesokan harinya, saya bertekad lagi, tidur jam 9, tapi sayangnya gagal, karena tidak kunjung mengantuk, saya buka buku, saya pikir membaca bisa membuat saya jatuh tertidur. Tapi akhirnya saya sampai di bagian Nana meninggal gantung diri, bagus..sekarang saya penasaran, dan aktivitas membacapun dilanjutkan.

Keesokan harinya saya hampir berhasil, saya mulai tidur dari  sekitar jam 8 malam. Tapi sekitar kemudian saya terbangun dengan panggilan mama “pem makan dulu” atau getar-getar HP saya. Yah sepanjang masa baktinya HP selalu saya set bergetar, tapi efeknya saya selalu bisa terbangun dengan getarnya meskipun saya sedang tidur. Setelah bangun, ngantuk saya hilang sama sekali, bingung mau melakukan apa, saya malah memilih untuk ngangkatin jemuran!! pekerjaan yang tidak pantas dilakukan di malam hari.

Malam-malam berikutnyapun saya masih belum berhasil. Sebagian besar penyebabnya adalah karena tarif esia seribu satu jam! Silakan diterka hubungannya.

Namun faktanya, orang-orang yang tidurnya larut tidak hanya saya, terbukti karena aktivitas SMS masih bisa berlanjut sampai tengah malam, baik dikirim atau mendapat balasan. Yah begitulah..ternyata kita ini memang manusia-manusia malam. Tapi saya masih belum putus asa, usaha tidur dan bangun (lebih tepatnya tidur) lebih awal masih akan saya kerjakan. Sampai berhasil. Insya Allah

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s