Ketidak-empati-an Dalam Hidupku

Semester ini aku dapet kuliah maternitas, seperti juga mata kuliah yang lain, agar kita terampil waktu memberi asuhan keperawatan nanti, dibutuhkan latihan. Tapi maternitas beda sama yang lain, agak susah nyari OP (orang percobaan) nya. Kalo dulu belajar injeksi (nyuntik), nyuntikin temen juga jadi, lah kalo ini, susah nyari ibu hamil, temen-temen ngga bisa disuruh pura-pura hamil, kalaupun bisa, ngga mungkin masukin bayi buatan ke dalam perut kan?

Beberapa hari yang lalu, tersebar berita hangat di rumah, kakak-kakakku hamil, zaki mau punya adik. Mendengar berita itu aku seneng banget, bukan karena bakal punya keponakan baru, tapi lebih karena “yes! gw bakal punya OP”

Dua hari yang lalu, di rumah tergeletak sepasang sepatu baru, mirip banget sama sepatuku yang dulu, yang karena tumitnya rusak, dan atasnya bolong karena digigit kelinci, aku buang di tong sampah posko waktu jadi relawan dulu. Aku coba sepatunya, eh muat. Akupun bilang ke kakakku “itu sepatu buat gw mba? hehe makasi ya..”, mba ku pun bereaksi “enak aja..GR lo..punya gw itu..”, trus aku bilang “kok muat sama kaki gw, sama kaki lo kegedean tuh”, mba-ku ngeles “ini kan kulit, entar kalo kepanasan juga mengecil”

Keesokan harinya, pas aku pulang kuliah nyokap bilang “bener  De’ sepatunya mba eko kegedean”, seketika itu juga aku menyeringai jahat “yes gw punya sepatu baru!”

Kemudian aku berpikir..”kok gw ga empati banget ya?”..yah sekali-dua kali ngga apa-apa kan?..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s