Pelajaran, Hikmah, Renungan Dari Aktivitas Nge-net-ku Hari Ini

Main ke sana-sini, ngobrol sana-sini, baca sana-sini..hari ini aku menyadari dan merenungi bahwa..

Pertama, ternyata bukan cuma lidah yang seperti pedang, tapi jari-jari kita juga. Hari ini lagi-lagi aku beda persepsi dengan teman chat-ku, sepertinya dia agak tersinggung. Aku jadi takut untuk chat sama dia lagi, karena entah kenapa sering banget salah paham kalau sama beliau. Takut sekali aku kalau di hari akhir nanti jari-jariku bersaksi dan ternyata pernah menyakiti hati begitu banyak orang. Ya Allah SWT kepadaMu aku memohon ampun dan kepada semua orang yang pernah merasa tersakiti aku meminta maaf. (sepertinya aku harus benar-benar berhenti chat dengan beliau, biar tidak ada lagi kesalahpahaman)

Kedua, aku mesti bisa bahasa Arab, targetan yang sempat terlupa. Ada file yang diupload di milist, tafsir-tafsir Qur’an tapi berbahasa Arab. Aku juga berkunjung ke site seseorang dan dia mengobrol dengan seorang pengunjung dengan bahasa Arab. Hhh..jadi malu kalo membandingkan dengan diri sendiri yang cuma tau syukron sama afwan doang. Jadi aku mesti membuat target yang jelas kapan aku bisa berbahasa Arab, karena bahasa Arab itu begitu berguna, bahkan di alam kubur (kalo kata ka Farid)

Ketiga, ternyata banyak anak UI yang punya akun di multiply, kebanyakan anak dari fakultas lain. Anak FIK pada kemana nih?

Keempat, banyak bicara banyak salah, banyak chat juga sepertinya banyak salah..hufh..manusia memang senantiasa bersalah ya..sepertinya aku harus banyak menimbang maslahat dan mudharat dari aktivitas dunia maya ini dan kemudian membuat resolusi (kenapa ngga dari kemarin Ludi?)

Kelima, tidak semua hal buruk berdampak buruk.  “Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya.” (QS. Ali ‘Imran:54). Pembuatan film Fitna berdampak pada masuknya 3 warga negara Belanda ke dalam Islam dalam sepekan ini. Perpustakaan Belanda dalam minggu-minggu lalu menyaksikan kunjungan yang luar biasa banyaknya terhadap buku-buku Islam di Amsterdam. Orang-orang Belanda membeli dalam jumlah besar mushaf-mushaf elektronik yang diterjemahkan ke dalam bahasa Belanda, sehingga hampir habis di pasar dalam dua hari yang lalu.

Kurang lebih itu yang aku dapat hari ini..
Sekali lagi aku minta maaf kalau jari-jariku berbuat salah, verbal yang kutuliskan ini menyakiti hati kalian semua..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s