Insiden Menelan Salep Mata

Beberapa hari ini aku sakit mata, tepatnya dimulai sejak lima hari yang lalu, pas aku bangun tidur tiba-tiba kelopak mataku sakit dan agak susah diajak melek, jadi agak sipit gitu. Kalo kata nyokap “jadi cakep de’ “, mungkin di mata nyokap aku jadi terlihat lebih mirip Vicky Chao, tapi yang abis berjemur di bawah sinar matahari sebulan penuh, baru abis melahirkan kemarin sore, dan abis ngiter-ngiter di dalem pasar tradisional Indonesia.

Walaupun sekedar sakit mata, tetep aja ngga enak, gangguan rasa nyaman. Matanya jadi perih dan gatal, dan yang ngga enak adalah waktu sujud, rasanya bola mata kayak pengen jatoh ke sajadah. Makanya di hari terakhir UTS aku berobat ke klinik yang sudah sama-sama mahasiswa UI ketahui, yang gedungnya tinggal ngelirik dikit dari fakultasku juga keliatan, yang di bulletin gerbatama terakhir dibilang pelayanannya kurang optimal, PKM (Pusat Kesehatan Mahasiswa). Hal yang sedikit aneh waktu aku berobat adalah dokternya sedikit mania (1) gitu waktu meriksa aku. Padahal waktu aku berobat sebelumnya, gara-gara insect’s bite (2), sikap dokter itu sama sekali ngga begitu, datar-datar aja bahkan keliatan bingung. Kenapa sikapnya bisa berubah drastis gitu ya? Mungkin dia seneng akhirnya bisa ketemu pasien yang mirip Vicky Chao setelah sesiangan praktik.

Malamnya, obatnya kuminum dan salepnya kuolesin ke mata. Setelah itu aku tiduran sambil baca buku. Tapi tiba-tiba aku merasa ada sesuatu yang pahit dari hidung dan masuk ke mulut. Aku mikir sebentar “apaan nih?”, mak! Aku baru sadar, ini adalah salep mata yang lagi aku pake!. Aku bangun, merubah posisi jadi duduk, masih terasa pahit! Aku panik. Salepnya masih mengalir dari saluran mata ke dalem hidung dan mulut (3). Aku bingung mesti gimana, mengubah-ubah posisi juga ngga berpengaruh. Akhirnya kucoba cara lain, aku mendengus keras-keras, mengeluarkan udara dari hidung dengan disentak, mencoba mengeluarkan sekret-sekret yang ada di dalem hidung (sayangnya aku lagi ngga pilek jadi ngga ada sekretnya) tapi salepnya masih mengalir, kayanya dengan konsistensi yang lebih cair karena bercampur dengan air mata atau apapun cairan yang ada disana. Wua…gimana nih? Di tengah-tengah usahaku mendengus-dengus, tiba-tiba bapak terburu-buru keluar dari kamarnya terus nanya “kamu denger suara batuk ngga barusan?”
“itu aku..”
“oh..tak kirain kucing, takut ada kucing masuk terus muntah di dalem rumah”
ealah..jadi setelah mirip Vicky Chao, sekarang aku mirip kucing yang mau muntah? Dunia memang berputar…

Satu hal yang membuat kepanikanku bertambah adalah sebelum pake salep itu aku melihat lingkaran merah bertuliskan huruf K di kardusnya, itu artinya salepnya termasuk obat keras. Apalagi biasanya kalau obat topikal (4) bahaya kalau tertelan. Akhirnya aku cek lagi petunjuk pemakaiannya, alhamduliLLAH ternyata ngga ada tulisan “jangan ditelan” nya. Jadi mungkin ngga apa-apa kalau dicicipin sedikit.

Hal lain yang aku khawatirkan dari insiden menelan obat salep mata ini adalah kalau nanti terjadi apa-apa, muncul manifestasi klinis, dan aku sakit (‘audzubiLLAH, jangan sampe) temen-temenku pada nanya “Ludi sakit apa?”
“keracunan”
“ha? Keracunan? Emangnya lo makan apaan?’
“salep mata”
temen-temnku pasti berpikir “wah…si Ludi kena penyakit gila no. 6”

 

1. Mania adalah salah satu gangguan alam perasaan, sebuah respon emosi yang maladaptif biasanya ditandai dengan keadaan alam perasaan yang mudah terangsang, biasanya penderitanya jadi tampak sangat gembira dan aktif, serta berfikir dan berbicara sangat cepat.
2. mungkin orang-orang akan berpikir “ih cuma bintitan sama digigit serangga aja pake berobat segala”, itu karena pertama kebiasaan dari kecil, kedua karena salah satu adab dikala sakit adalah berobat.
3. Bukti konkrit bahwa ada saluran yang menghubungkan antara saluran air mata, hidung, dan mulut adalah aku pernah nonton di TV seorang anak yang bisa mengeluarkan susu yang dia minum (tapi ngga ditelan) lewat mata, jadi kaya air mata gitu. Maaf aku lupa anatomi pastinya.
4.Topikal adalah salah satu rute pemberian obat yaitu dipakai di kulit, misalnya pada salep kulit.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s