Betapa Diri Ini Lemah Sekali

Perjalanan pulang dari kampus hari jumat kemarin menjadi perjalanan yang tidak biasa. Aku melihat sebuah tragedi yang sangat menyedihkan yang kuharap tidak akan pernah melihatnya lagi, untuk mahluk apapun.

Dijalan, sekitar jam 7. 30 malam, aku melihat seekor kucing yang tertabrak motor di jalur yang berlawanan. Karena kesakitan si kucing pun menggeliat-geliat dan meloncat-loncat. Karena posisinya masih ditengah jalan, si kucing itupun tertabrak lagi. Sesaat sebelum si kucing terlindas mobil aku sempat berteriak, tapi sayangnya teriakanku tidak bisa mencegah kejadian itu. Mungkin si pengendara tidak melihat ada kucing mengeliat-geliat di jalan.

Kemudian si kucing yang sekarang sekarat tergeletak di tengah jalan, yang gelap dan becek itu. Aku menepi, mematikan motor dan turun. Tapi yang kemudian kulakukan cuma terpana melihat kucing itu dari pinggir jalan, sedang sekarat, tubuhnya kejang-kejang, darah keluar dari mulutnya. Aku berpikir untuk mengangkat kucing itu kepinggir, biar tidak terlindas lagi. Tapi karena melihat banyak darah, aku jadi berpikir lagi. Aku takut, bahkan untuk melihat kucing itu dari dekat.

Kucingnya masih sakaratul maut, kemudian aku meminta bantuan ke seorang cewek yang lewat utnuk memindahkn kucing itu ke pinggir. Tapi dia juga takut. Akhirnya kita berdua cuma berdiri mematung, melihat kucing itu sekarat dari pinggir sambil terus khawatir kucing itu terlindas lagi.

Akhirnya kita berdua memutuskan untuk melanjutkan perjalanan lagi, meninggalkan kucing itu, dengan perasaan kami masing-masing. Sepanjang jalan aku menangis. Sedih sekali. Didalam pikiranku terus terbayang kejadiannya, waktu kucing itu tertabrak, jatuh, terlindas, semuanya. Aku menangis karena kecewa dengan diri sendiri, kecewa karena begitu lemah sebagai seorang manusia, begitu lemah sebagai seorang wanita. Bahkan untuk memindahkan kucing ke pinggir jalan saja aku tidak bisa…

Advertisements

10 thoughts on “Betapa Diri Ini Lemah Sekali

  1. abhicom2001 said: aye sih ga tega lihat kucing kelindes…mending kabuuuuuuur aza duluan ga pake brenti2 segala….

    tidak akan ada yang berpikir untuk melakukan hal yang sama terhadap tikus.padahal kan sama2 hewan ciptaan Tuhan,ya?mungkin karena tikus lebih banyak merugikan manusia dibandingkan kucing

    -menjawab pertanyaan sendiri-

  2. hamzahasadullah said: untuk meringankan penderitaannya…kenapa gak dibantuin supaya cepet "meninggal"nya…klo gak salah untuk hal ini, dibolehkan…

    sempet mikir gitu juga sih….tapi gimana caranya bos..aku ga bawa piso…apa aku lindes lagi gitu? aduh mak..ngga tega..

  3. hamzahasadullah said: untuk meringankan penderitaannya…kenapa gak dibantuin supaya cepet "meninggal"nya…klo gak salah untuk hal ini, dibolehkan…

    yaudah gak usah dipikirin….lagipula tuh kucing udah tenang di alam sana…pastinya dia bakal lebih baik nasibnya di sana dibandingkan klo kita meninggal sekarang…

    dia mah enak gak pake dihisab…coba klo kita meninggal…(jawab sendiri oleh hati kita masing2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s