Iya Bu, Ini Pemi Yang Itu..(Sebuah Nostalgila Masa TK)

Kemarin di acara pernikahan kakakku guru TK-ku dateng. Keluargaku pada heboh, manggil-manggil “De…ada bu guru-nya nih dateng”, dan ternyata bu guru-ku itu juga nyari-nyari aku, “Pemi mana?”, katanya. Waktu kita ketemu bu guru-ku itu takjub,

“ini Pemi?”

“iya bu”

”wah udah gede banget kamu ya nak”

“iya bu, dulu mah paling kecil di kelas ya bu?”

“iya, ngga nyangka kamu bisa gede juga”

 

Bu guru yang mengajarku 16 tahun yang lalu itu masih ingat dengan Pemi ini..

 

Iya Bu..ini Pemi..

 

Pemi yang perasaannya melompat-lompat sepanjang perjalanan mau mendaftar TK

 

Pemi yang masih 3 tahun waktu diajar ibu dulu

 

Pemi yang sering sekali tidak selesai menulis karena sibuk mengobrol dengan teman di kanan-kiri

 

Pemi yang begitu sedih waktu ada teman yang keliru mengambil buku mewarnai dan mewarnai buku Pemi secara tidak sesuai dengan contoh, padahal Pemi begitu pandai mewarnai

 

Pemi yang selalu merasa jijik di hari menyikat gigi bersama-sama di sekolah karena tidak suka dengan pasta gigi rasa buah dan bertambah kejijikannya ketika melihat teman-teman yang lain begitu doyannya menyicipi pasta gigi tersebut

 

Pemi yang begitu semangat untuk menjadi contoh menari di depan sampai menaris selincah mungkin waktu pemilihan

 

Pemi yang begitu takjub waktu Dika bisa menjawab pertanyaan ibu apa arti warna merah-putih di bendera Indonesia, karena pada saat itu bahkan Pemi tidak tahu apa warna bendera kita

 

Pemi yang hampir setiap pagi dititip ke tetangga untuk nebeng berangkat sekolah bareng

 

Pemi yang hobi sekali main ulek-ulekan campuran bunga soka dan genteng waktu istirahat

 

Pemi yang tidak suka permainan jungkat-jungkit karena berat badannya lebih ringan dari teman mainnya jadi tidak bisa mengimbangi sehingga tidak pernah menemukan

permainan jungkat-jungkit yang dinamis  

 

Pemi yang tidak pernah berani naik perosotan dari puncaknya, karena takut naik tangga tinggi-tinggi

 

Pemi yang pernah celaka waktu main ayunan, terbalik dengan kepala dibawah dan terantuk batu-batuan waktu main sama Mba Dyah, membuat Mba Dyah ketakutan setengah mati dimarahi mama karena sudah membuat adik kecilnya terluka begitu parah

 

Pemi yang  senang sekali kalau ada pembagian makanan tambahan di kelas dan tidak pernah berani mengaku kalau si pembagi makanan bertanya “siapa yang mau nambah?”

 

Pemi yang memaksa masuk SD padahal umurnya kurang dan belum lulus TK sehingga tidak pernah mendapat ijazah TK sampai sekarang

 

Pemi yang kecil dan ditaro ibu duduk diujung deket pohon di foto kelas kita, membuat Mba Dyah suka bilang “itu tuh Pemi yang ketutupan pohon”

 

Iya bu..ini Pemi yang itu..meskipun Ibu mungkin tidak pernah tahu semua ini…

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s