Karena Kita Hanya Bisa Berencana

Kalau saya pribadi sering sekali ketemu momen yang bikin saya bilang “yah, manusia hanya bisa berencana, selebihnya Allah menentukan”. Tidak mesti dalam peristiwa-peristiwa besar dalam hidup, karena sepertinya memang belum ada peristiwa besar dalam hidup saya, tapi sekedar hal-hal ringan saja. Misalnya hari ini, entah sudah keberapa kalinya saya tidak bisa pulang, terjebak hujan di kampus. Padahal rencana awalnya banyak sekali, pengen pulang belajar, ngajar privat, ke bank, ke perpus pusat, wah macem-macem lah. Tapi kalau melihat hujannya deras begitu, akhirnya saya batalkan semua, dan biasanya akhirnya semua rencana itu kandas dan diganti dengan ngenet, chatting, browsing, blogwalking sampe kedinginan di perpus atau labkom. Sama dengan keluhan temen SMA saya waktu chatting tadi yang bingung karena rencana pulang cepatnya untuk istirahat dan menyimpan energi buat besok gagal total karena hujan besar.

Saya juga sering menuliskan apa yang mau dilakukan dalam hari ini di sebuah buku kecil. Pernah suatu hari rencana saya banyak sekali, dari janjian pagi-pagi sebelum kuliah dan pulang kuliah, mau kumpul bareng temen-temen ROHIS kelas, berobat ke PKM, beli alat tulis ke stasiun UI, dll dan akhirnya semuanya gagal karena hari itu, teman saya meninggal mendadak terserempet kereta api dalam perjalanannya ke kampus. Kuliah kami batal, termasuk semua agenda saya dan kami semua kerumahnya, melihat semua proses pemakamannya, mengantarnya ke kuburnya. Bahkan rencana kami suatu hari main ke pulau Lombok bersama-samapun tidak akan bisa di realisasi.

Dulu, jaman nomer CDMA saya masih bisa dipake, rencana awal pulsa yang di CDMA saja yang dihabiskan, pulsa GSM-nya diirit-irit. Tapi kenyataan begitu pahit. Karena ripuh mau turun dari metromini, tidak sadar HP GSM saya kepencet dan akhirnya terkirimlah banyak sms kosong ke nomor pertama di phonebook. Dan pulsapun berkurang dengan lancar tanpa manfaat apa-apa, pulsa yang saya irit-irit biar yang CDMA saja yang habis. Miris..

Atau yang agak konyol, biasanya saya membuat rencana yang berhubungan dengan penampilan kalau mau libur panjang, “pokoknya gw liburan mo mutihin kulit, ngga usah kemana-mana, ngga kepanasan, jadi pas masuk muka gw udah putih” saya sesumbar ke temen-temen kampus. Tapi kemudian agenda liburan banyak sekali, ada aksi-aksi mahasiswa turun ke jalan, ikutan kampanye seorang calon kandidat gubernur, asik konvoi bareng simpatisan, dan lain-lain yang semuanya bikin muka saya alih-alih mau putih malah bertambah gosong.

Yah begitulah manusia, hanya bisa berencana, selebihnya Allah yang menentukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s