Susahnya Berhubungan Dengan Mahluk Bernama Wanita

Sama sekali tidak bermaksud untuk mendiskreditkan (sebenernya arti ni kata apaan si?) wanita

Aku kuliah di sebuah fakultas yang hampir sebagian besarnya adalah perempuan. Bahkan perbandingan pria dan wanita di kelasku adalah 1:25. fantastis kan? makanya kadang aku suka ngga nganggep temen-temen cowok dikelasku itu cowok. he..he.. Akibatnya berhubungan, bersinggungan, berinteraksi, beranteman, BT-BTan dengan perempuan adalah sebuah keniscayaan buatku setiap hari, apalagi mayoritas orang rumahku juga cewek. Dan berurusan dengan perempuan tidak selamanya menyenangkan, mengingat mereka mengalami periode-periode tertentu setiap bulan dimana ketidakseimbangan hormonal terjadi dan memberikan banyak manifestasi.

Seperti yang terjadi pagi ini, jadwal masuk kuliah sebenernya jam 8, tapi ada kabar diundur jadi jam 9. Aku dateng ke kelas jam 8 dan baru beberapa gelintir anak yang dateng. ditunggu sampai jam 9.30 kuliah belum juga dimulai. Seperti yang biasa dilakukan orang-orang dikelasku, kalu lagi ngga ada dosen dan mahasiswa banyak, orang-orang jadi berlomba-lomba ngasih pengumuman di depan kelas, dari mulai yang penting mendesak, bikin kesel, keki, kampanye kandidat, sampe sekedar pengumuman “yang belom bayar gorengan jangan lupa bayar!”

Tiba-tiba sipen KMB (Keperawatan Medikal Bedah) ngasi pengumuman menyesakkan, “tadi bu xx udah dateng jam 8.30 tapi yang dateng baru dikit trus dia balik lagi, pas dateng kesini lagi di depan ada yang ngumumin PDK (Pendidikan Dalam Keperawatan), dia jadi tersinggung, kenapa mata kuliah KMB diisi pengumuman PDK, trus dia juga naik kesini lewat tangga, ngga pake lift, jadi sekarang dia lagi kepanasan dan marah ngga mau ngajar di kelas kita”, kontan bikin anak-anak bilang “capppee deeee…” dan yang lain berkomentar “lagi PMS kali” Dan tahukah anda selain kejadian tadi pagi, kadang aku juga nemu dosen yang jadi sensitif, gampang ngomel waktu bimbing praktikum, dsb yang semua itu menurut kita adalah manifestasi dari PMS-nya. waduh..kalo tiap yang PMS jadi sensi, ribet juga, apalagi sebagian besar dosen adalah perempuan, begitu juga sebagian besar mahasiswanya.

Yah begitulah kami para wanita, dengan segala keunikannya, dengan sepasang kromosom X-nya, dengan seperangkat hormonnya. Kalo aku baca di buku –lupa judulnya– “berhati-hatilah dengan wanita yang lagi PMS” dan buku itu memberi ilustrasi seorang istri yang PMS menembak kepala suaminya cuma gara-gara suaminya berkali-kali mindah-mindahin channel TV dengan remote!

Maka para pria..waspadalah! waspadalah! *sambil nenteng-nenteng senapan*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s