Masalah Keperawatanku (Sebuah Curhatan Kesedihan)

Beberapa hari yang lalu aku cerita ke salah satu temen baik di kelas, “eh *** tau ngga masalah keperawatanku?, sini deh” aku ajak dia ke papan di depan dan menulis pohon masalah (agak susah bikinnya disini, kubikin garis ke samping aja ya): HDR (Harga Diri Rendah) –> risiko mencederai diri sendiri: bunuh diri.

Temenku yang kuceritain masih senyum-senyum seperti awal aku cerita “masa sih Di?” dia ngga percaya, mungkin karena nonverbal-ku juga ngga menunjukkan kesedihan kali ya makanya orang susah percaya.

Tapi hari ini HDR-ku datang lagi, dengan amat parah. Kalo kemarin-kemarin aku masih bisa senyum-senyum menceritakannya, maka hari ini aku nangis, dimana-mana, di musholla, di tukang fotokopi, di lantai 5, bahkan sambil ngetik inipun aku sebenernya ngga kuat menahan air mata. 

Mungkin orang akan sulit percaya aku punya masalah kejiwaan seperti ini, karena selama ini aku bukan tipe orang yang bisa menunjukkan kesulitan kepada orang lain. Dan sepertinya HDR-ku berkembang ke arah isolasi sosial, bukan Risiko bunuh diri seperti sebelumnya.

Maka sebenernya teman-temanku, aku sangat membutuhkan bantuan. Betapa saat ini aku membutuhkan orang lain yang bersedia duduk di sampingku, menepuk pundakku, menemani aku duduk, sambil mengatakan, dengan komunikasi terapeutiknya, dengan penuh rasa caring-nya, dengan senyuman tulusnya “tenang Ludi, semua akan baik-baik saja, semua hanya ada dalam pikiranmu saja” dan dengan kejujuran yang tidak dibuat-buat menyebutkan aspek atau kemampuan positif yang kumiliki “Ludi kamu itu punya kelebihan bla.bla.. kamu itu bisa bla..bla..” karena jujur saja kawan kalau saat ini aku disuruh menilai diriku sendiri maka aku akan sangat kesulitan untuk menemukannya.

Kalau diatas aku bilang risiko bunuh diri, jangan suudzhon dulu, aku (insya Allah) tidak akan pernah melakukan percobaannya, karena Alhamdulillah sampai saat ini aku masih punya iman. Dan kalau aku bilang isolasi sosial mungkin itu benar, karena aku sempat berpikir untuk mematikan HP agar tidak ada SMS yang masuk, atau aku tidak akan membalas SMS (selama tidak berhubungan dengan kepentingan ummat).

Mungkin aku tidak akan posting dalam waktu yang saaangaaaat lama, karena aku begitu malu dan takut untuk menuliskan apapun seperti yang selama ini aku lakukan. Maafkan semua kesalahan dan khilaf, maafkan juga telah “menyampah” di MP ini.

HDR adalah sebuah masalah keperawatan gangguan harga diri dimana penderitanya menilai dirinya negatif, dsb. Masalah gangguan kejiwaan. (mungkin yang punya basic nursing lebih paham)

Tambahan informasi, perawat punya diagnosa sendiri lho untuk pasien, yang berbeda dengan diagnosa medis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s