Kejamnya Depok dan Jakarta

Tanggal 12-16 Mei 2007 ini Senat Mahasiswa FIK UI Departemen Kajian Profesi (KAPROF) mengadakan acara besar yang melibatkan mahasiswa keperawatan dari seluruh Indonesia. Acara ini dibuka dengan aksi mahasiswa dalam rangka Hari Perawat Internasional tanggal 12 Mei kemarin. Teknisnya aksi ini diawali dengan jaring aspirasi masyarakat umum yang ada di stasiun-stasiun. Jadi peserta aksi dibagi berkelompok-kelompok untuk turun di stasiun yang berbeda dan naik lagi menuju stasiun Juanda dan melanjutkan aksi kita di Monas dan berakhir di HI.


Sebagai tuan rumah, mahasiswa UI diinstruksikan untuk menjaga, mengarahkan kalau perlu melindungi peserta dari luar Jakarta. Mengingat naik KRL ekonomi bukanlah barang mudah, jangankan orang dari daerah, orang Jakarta saja belum tentu pernah naik KRL ekonomi, misalnya orang rumahku. Dari FIK mereka (orang daerah -red) sudah diingatkan untuk menjaga barang bawaan masing-masing bahkan kita yang anak UI disuruh membuat border di dalam kereta untuk melindungi anak-anak daerah itu.


Tapi manusia hanya bisa berencana. Baru sampai di stasiun Pondok Cina (Pocin), -ini berarti peserta aksi baru jalan kaki dari kampus FIK Depok ke stasiun Pocin yang jaraknya sekitar 500m- sudah ada keluhan dari mahasiswa Lampung bahwa HP Samsung miliknya hilang. Panitia dan peserta dari UI-pun jadi merasa tidak enak hati, banyak yang berusaha me-miskol nomor HP mahasiswa Lampung tersebut. Tapi yang namanya usaha belum tentu ada hasilnya, HPnya tetap tidak ditemukan, kalau sudah begini tinggal menanamkan kunci zuhud dalam hati, “aku tahu rizkiku tak mungkin diambil orang lain karenanya hatiku tenang”.


Kata pertama yang kuucapkan waktu aku mendengar kabar kehilangan ini adalah “yah welcome to the jungle” mau gimana lagi? HP sudah ditangan orang lain, untung aku bukan berkata “siapa suruh datang jakarta”. Jadi ingat alamat yang Rizal tulis di profilenya di yahoogroups “Jakarta, kota yang kejam nak” . Eh tapi tunggu dulu…pocin kan belum masuk Jakarta, masih di Depok, jadi sepertinya kita harus bikin ungkapan baru lagi “Depok dan Jakarta, sama-sama kota yang kejam nak”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s