Kekerasan dan Jalan Raya

Biasanya kalau sedang berkendara di jalan, saya suka iseng-iseng melihat sticker yang ditempel di belakang kendaraan lain. Sticker-stickernya bermacam-macam, ada yang membuat tersenyum, biasa aja, ada juga yang menunjukkan kebrengsekan pengendaranya. (ups.. sorry kalo kasar)

Ada sticker yang bertuliskan “tolong jangan tilang saya pak polisi, saya orang kere” atau “lagi nyamar jadi orang miskin” dan membuat saya tersenyum setelah membacanya. Ada pula yang memberi peringatan “kalau anda bisa membaca tulisan ini berarti anda terlalu dekat” waktu itu sedang macet, jadi pantaslah kalau saya berada tepat di belakangnya. Meskipun biasa, sticker bertulisan “yang pinjam isi bensin” menggambarkan isi hati pemiliknya, mungkin dia memiliki keluhan yang sama dengan saya perihal “tukang minjem yang kurang berperasaan” hanya saja saya kurang konkrit dalam menyampaikan keluhan saya hingga tidak sampai menunjukkanya dalam sebuah sticker. Saya menyimpulkan bahwa yang punya kendaraan cukup brengs*k (sekarang di sensor) waktu saya melihat sticker bergambar pisang yang “tidak biasa” dan telah dikupas separuh dengan tulisan pelengkap “pisang segar”. Lewat kebiasaan ini pula saya mendapat kesimpulan bahwa sebagian besar anak UI memiliki sticker Ui di motor atau mobilnya, termasuk saya he..he..

Sticker yang saya baca hari ini cukup mengusik saya. Tulisannya “awas! nabrak gua, gua hajar” Saya jadi berpikir “serem juga ni orang, perkara ditabrak aja bisa bikin dia hajar-hajaran” Saya jadi mengingat kejadian beberapa tahun lalu, entah ada kejadian apa sebelumnya tiba-tiba ada sebuah motor berhenti dan menghalangi sebuah angkot sehingga membuat angkot terpaksa berhenti. Si pengendara motor turun kemudian mengambil batu besar, kira-kira sebesar batu bata, dari trotoar terdekat dan langsung mengacungkannya ke arah sopir angkot, dia hendak memukul sopir angkot tersebut dengan batu besar tersebut. Sebelum insiden itu terjadi, polisi datang dan si pengendara motorpun segera pergi. Kejadian hajar-hajaran seperti ini banyak sekali terjadi di jalan raya jakarta. Menurut saya kejadian ini bisa terjadi karena sebagian besar pengendara memilki emosi seperti si pemasang sticker.

Haruskah jalan raya dipenuhi dengan kekerasan?

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s